Pertanian Indonesia Maju, Modernisasi Pertanian Era Revolusi Industri 4.0

Pertanian? Apa yang kalian ketahui tentang pertanian? apakah pertanian di Indonesia sudah berkembang dengan teknologi yang sudah ada?

Mari kita bahas bersama.

Indonesia merupakan negara yang luas akan lahan pertanian. Negara Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki luas lahan pertanian hingga mencapai 7,75 juta hektare. Pertanian sebagai sumber kehidupan masyarakat untuk mendapatkan sumber pangan, bahan industri dan kebutuhan lainnya yang semua bergantung pada sektor pertanian. Sektor pertanian menjadi bagian yang menyumbang pendapatan nasional terbesar dari berbagai sektor lainnya.(TAMBAHI DATA ) Perkembangan pertanian dimulai dari beberapa fase yang merubah pertanian dari fase revolusi hijau hingga fase reformasi, dimana pada saat fase swasembada beras sektor pertanian yang sangat membantu pengembalian keidupan negara indonesia.

Perkembangan pertanian yang naik turun mulai dari beberapa faktor mulai dari faktor input usahatani, faktor budidaya hingga teknologi yang dimiliki dan diketAhui oleh para petani di Indonesia. Teknologi yang digunakan untuk membantu proses pertanian masih sederhana seperti penggunaan cangkul, alat bajak menggunakan hewan atau alat pasca panen yang kurang efisien tenaga dan waktu sehingga menjadi kendala untuk perkembangan petani. Untuk megatasi kendala-kendala tersebut pemerintah mulai menggencarkan perbaruan teknologi menuju teknologi yang lebih canggih unuk pertanian Indonesia yang lebih maju. Kendala kendala tersebut dapat dilihat dari

1. Sumber Daya Manusia 

Sumber daya manusia yang tercipta dari petani kurang memenuhi, intelektual yang dimiliki petani kurang baik dalam infomasi yang luas di bidang pertanian. Informasi yang tidak sampai pada petani di pedesaan membuat petani kurang pengetahuan dan informasi pasar, atau teknik budidya yang terbarukan.

2. Kondisi Lahan Pertanian 

Lahan pertaian yang termasuk dalam kategori luas yang tersebar luas di Indonesia, tidak merata. Tetapi sekarang ini banyak lahan yang dialih fungsikan menjadi pemukiman, pabrik industri atau manufactur yang menggeser lahan pertanian. Hal in membutuhkan teknologi yang tepat untuk budidaya yang sesuai pada lahan sempit.

3. Kurangnya Teknologi

Teknologi tsederhana yang terdapat di pertania rakyat saat ini kurang efisien untuk menjadikan pertanian lebih maju, pengalihan teknologi dari sederhaa ke teknologi berbasis modern masih bertahap,  karena peran pemerintah yang belum memaksimalkan pengadaan teknologi. Disini peran pemerintah sangat dibutuhkan, untuk memfasilitasi petani. 

Proses revolusi industri dimulai dari revolusi industri 1.0 yang diawali dengan ditemukannya mesin uap yang medorong mekanis dalam proses industri. selanjutnya revolusi industri 2.0 menerapkan konsep produksi massal penggunaan mesin uap yang bertenaga listrik. Revolusi industri 3.0 melanjutkan teknologi informasi dan hingga sekarang berlanjut revolusi industri 4.0.

Era revolusi industri 4.0 yang saat ini sedang digencar-gencarkan merupakan salah satu program lanjutan yang digerakkan oleh pemerintah dan seluruh stake holder dari revolusi sebelumnya yang fokus mengembangkan  mesin penggerak yang bersumber dari listrik Revolusi industri 4.0 lebih memfokuskan pada penggunakan teknologi modern dan canggih berbasis IT. 

Perkembangan dari revolusi sebelumnya yang telah mengembangkan mesin- mesin seperti komputer mempermudah pekerjaan manusia. Pada revolusi 4.0 ini mesin tersebut dan informasinya dikembangkan, melalui internet yang telah meluas di berbagai negara akan digerakkan dalam revolusi 4.0 ini. Hampir masyarakat di seluruh dunia mengguakan jaringan internet untuk membantu pekerjaannya, dengan demikian pengembangan revolusi industri 4.0 yang digencarkan saat ini sangat sesuai dan tepat.   

Pada sektor pertanian dikembangkan dan dijalankan sesuai revolusi industri 4.0. Hal ini dikarenakan perkembangan teknologi pertanian yang kurnag berkembang kurang memanfaatkan informasi dan teknologi. Revolusi industri 4.0 sudah dijalankan pada negara-negara lain.

“Sektor pertanian sudah memasuki industri 4.0 yang ditandai babak baru, antara lain munculnya Katam, Si Mantap, Smart Farming, Smart Green House, Autonomous Tractor, dan Smart Irrigation,” ujar Staf Ahli Menteri Bidang Infrastruktur Pertanian Dedi Nursyamsi dalam keterangan tertulis, Selasa (11/21/2019). 

beberapa teknologi yang sudah diterapkan di beberapa negara yaitu could computing, mobile internet, artificial intelligence,. berikut contoh Revolusi yang sudah diterpakan di Negara lain:

Dari berbagai kebijakan yang diberikan pemerintah, diharapkan revolusi industri 4.0 menjadikan pertanian indonesia maju dan mengembangkan pertanian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *