Inggris Kucurkan Dana Rp 441 Miliar untuk Kembangkan Teknologi Robot Mikro

Microbots lahir berkat penampilan mikrokontroler pada dekade terakhir abad ke-20, dan munculnya sistem mekanis miniatur pada silikon (MEMS), meskipun banyak microbot tidak menggunakan silikon untuk komponen mekanis selain sensor. Penelitian paling awal dan desain konseptual dari robot kecil tersebut dilakukan pada awal 1970-an di (saat itu) penelitian rahasia untuk badan intelejen AS. Aplikasi yang dibayangkan pada saat itu termasuk tahanan bantuan penyelamatan perang dan misi penyadapan elektronik. Teknologi pendukung miniaturisasi yang mendasari tidak sepenuhnya dikembangkan pada waktu itu, sehingga kemajuan dalam pengembangan prototipe tidak segera muncul dari set awal perhitungan dan desain konsep. Pada 2008, mikrorobot terkecil menggunakan Scratch Drive Actuator.

Pemerintah Inggris menginvestasikan jutaan Euro dalam pengembangan robot mikro. Dikabarkan, robot tersebut dirancang untuk bekerja di jaringan pipa bawah tanah dan tempat berbahaya seperti fasilitas nuklir yang telah dinonaktifkan.

Kabar gembira tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Sains Inggris, Chris Skidmore. Ia mengatakan, pemerintah bakal mengusuckan investasi senilai 26,6 juta Euro (sekira Rp 441 miliar) di 15 proyek, termasuk pengembangan robot untuk operasi pipa bawah tanah.

“Untuk saat ini, kita hanya dapat memimpikan sebuah dunia dengan perbaikan jalan tanpa mengganggu aktifitas. Robot-robot memperbaiki pipa ini menandai awal teknologi yang menjadikan mimpi itu menjadi kenyataan di masa depan,” kata Skidmore seperti dilansir dari The Guardian, Rabu (31/12/2018).

Skidmore menambahkan, penempatan robot di jaringan pipa tidak akan berdampak pada lalu lintas dan lebih aman jika menggunakan robot. Para ahli di seluruh universitas ternama di Inggris terlibat dalam pengembangan teknologi baru robot ini.

Dipimpin oleh Kirill Horoshenkov di Universitas Sheffield dan didukung oleh hibah pemerintah sebesar 7,2 juta poundsterling, program penelitian kolaboratif ini juga akan melibatkan para ilmuwan dari sejumlah universitas, seperti Birmingham, Bristol, dan Leeds.

Kepala Eksekutif UK Research and Innovation, Sir Mark Walport, mengatakan robot dan kecerdasan buatan akan merevolusi cara kita melakukan tugas-tugas yang rumit dan berbahaya.

“Pengembangan teknologi baru ini akan meningkatkan keselamatan dan meningkatkan produktivitas serta efisiensi,” kata Walport.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *